BEM UNIVERSITAS


Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas dibentuk pertama kali pada tahun 2004 adalah wadah aspirasi mahasiswa ditingkat Universtas. Sebelumnya organisasi kemahasiswaan ini bernama Dewan Mahasiswa (DEMA), kemudian berganti nama menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM Universitas) melalui kongres IV. Terpilih pada saat itu Irwan Lipsar untuk periode kepemimpinan 2004/2005. Setelah itu, tingkat keputusan tertinggi mahasiswa berganti nama dari kongres menjadi Konferensi Tingkat Tinggi Mahasiswa ( KTTM). Kepemimpinan pertama yang dilantik melalui KTTM untuk periode 2005/2006 adalah Birkken Linde Bonting (Hukum) sebagai ketua dan Rano Pajung (Sipil) sebagai sekretaris jenderal (sekjen). Pada periode 2006/2007 Frans Bore Sampe Padang (Elektro) menjadi presiden BEM Universitas dengan wakil presiden John Cristian (Sipil). Setelah periode tersebut, Julti Rerung (Informatika) ditunjuk sebagai karateker untuk memimpin dari tahun 2007 hingga 2009 karena pada saat itu BEM Universitas mengalami kefakuman. Kemudian diangkat pula Sinyo Bato' Sakke (Informatika) sebagai ketua BEM dan Herdianto Pegen (Sipil) wakil ketua untuk melanjutkan kepemimpian pada periode 2009/2010. Kemudian roda kepemimpinan BEM Universitas dilanjutkan oleh Christian Samara (Sipil) sebagai presiden dan Ignasius Sareng Balik (Hukum) sebagai wakil presiden untuk periode kepemimpinan 2011/2012. Namun pada tahun 2012 hingga pertengahan tahun 2015 BEM Univ kembali fakum dikarenakan hal-hal yang tidak dapat dihindari. Setelah melewati masa-masa kefakuman, akhirnya inisiatif dari para mahasiswa dan dukungan dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, dilaksanakan KTTM IV untuk membentuk kembali badan kepengurusan BEM Universitas. Alhasil, terpilih Mozes Pangadongan (Sipil) sebagai Presiden BEM Universitas dan Rian Arianto Rante Tampang (Hukum) sebagai Wakil Presiden untuk periode 2015/2016, dan saat ini jalannya roda kelembagaan BEM Universitas kembali fakum.